, ,

IHSG Cetak Rekor Baru! OJK Siapkan Jurus Perkuat Ekonomi RI

oleh -1853 Dilihat
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar
banner 468x60

INDOPOL MEDIA, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Pasar Modal Indonesia akan menjadi pilar utama pembiayaan pembangunan nasional sekaligus motor penggerak kemandirian dan kedaulatan ekonomi. Komitmen ini ditegaskan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, pada Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/8).

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama”, Mahendra menyebut pasar modal berperan penting menjaga stabilitas ekonomi nasional.

banner 700x875

“Sepanjang Semester I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen (yoy). Meskipun pasar modal sempat menghadapi tekanan berat di awal tahun, kita mampu menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik,” tegas Mahendra.

Data OJK mencatat, per 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 6,41 persen (ytd) ke level 7.533,39 dengan kapitalisasi pasar melonjak 9,88 persen menjadi Rp13.555 triliun. Pasar surat utang juga tak kalah moncer, dengan ICBI naik 7,42 persen menjadi 421,81 poin.

Sepanjang tahun ini, penghimpunan dana melalui penawaran umum mencapai Rp144,78 triliun, termasuk 16 emiten baru. Di sektor UMKM, Securities Crowdfunding telah menyalurkan Rp1,64 triliun kepada 876 UKM.

Jumlah investor pun melonjak ke 17,57 juta (naik 18,15 persen), dengan mayoritas (54,25 persen) berusia di bawah 30 tahun. Pasar Modal Syariah mencatat pertumbuhan kapitalisasi 24,33 persen menjadi Rp8.485,79 triliun.

Indonesia juga meraih prestasi di kancah ASEAN, mencatat kenaikan skor tata kelola perusahaan sebesar 9 persen—tertinggi di kawasan—dan menempatkan empat emiten dalam Top 50 ASEAN.

OJK menetapkan tiga pilar utama penguatan pasar modal yakni Peningkatan suplai (percepatan pencatatan perusahaan potensial termasuk UMKM dan startup digital), Penguatan permintaan (memperluas basis investor ritel dan institusi) dan Penguatan infrastruktur – transformasi digital, pengawasan terintegrasi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan.

Mahendra menambahkan, sejak peringatan tahun lalu hingga kini, OJK telah menerbitkan 18 regulasi, 8.112 perizinan, menyelesaikan 434 pengaduan, dan menjatuhkan 401 sanksi dengan total denda Rp43,12 miliar.

Acara HUT ke-48 ini juga meluncurkan program “Sekolah Pasar Modal untuk Negeri” bagi 30.000 mahasiswa, Capital Market Run, dan partisipasi dalam program pemerintah “Sekolah Rakyat”.

“Kita harus bersinergi untuk mewujudkan pasar modal yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global demi kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional,” pungkas Mahendra. (rls)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.