Lewat BOSDA Rp200 Ribu Per Siswa, Gubernur Kalteng Dorong Pendidikan Tanpa Hambatan Biaya

oleh -127 Dilihat
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dengan meluncurkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar Rp200 ribu per siswa per tahun untuk jenjang SLTA. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada Sabtu malam (26/10/2024) di GOR Serbaguna Palangka Raya dalam acara Jambore Pendidikan.

Ketua MKKS SMA Provinsi Kalteng, Dwi Haryanto, mengapresiasi langkah ini sebagai solusi nyata yang sangat dibutuhkan oleh sekolah dan masyarakat. “Program ini memberikan angin segar bagi pendidikan di Kalteng. BOSDA memungkinkan sekolah beroperasi tanpa membebani orang tua siswa dengan sumbangan tambahan,” jelasnya. Ia menyebut BOSDA sebagai kebijakan inovatif yang membantu meningkatkan kualitas pendidikan.

banner 700x875

Dalam sambutannya, Gubernur H. Sugianto Sabran menegaskan bahwa BOSDA merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus diakses semua anak tanpa terkendala faktor ekonomi. “Kami ingin memastikan setiap siswa di Kalteng memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. “Kami akan memantau agar BOSDA ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan sekolah. Ini adalah langkah awal untuk pendidikan yang lebih maju,” ujarnya.

Para guru di Kalimantan Tengah juga menyambut baik program BOSDA. Mereka mengaku kini bisa lebih fokus mengembangkan potensi siswa tanpa terbebani dengan penggalangan dana tambahan untuk operasional sekolah. “Program ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ungkap salah seorang guru yang hadir dalam acara tersebut.

Program BOSDA ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menekan angka putus sekolah di Kalimantan Tengah. Dengan adanya dukungan anggaran yang memadai, sekolah dapat memperbaiki fasilitas belajar dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif. (adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.